Sabtu, 29 Maret 2014

Protokol Jaringan

1. Protokol Netware

2. Protokol  UDP

3. Sejarah Dan Arsitekture TCP/IP

4. Perbandingan Model OSI dengan TCP/IP

5. Protokol Pada Jaringan Peer To Peer

6. Setting IP Pada Windows Dan Linux

Protokol Netware


NetWare berkembang dari konsep yang sangat sederhana: file sharing, bukan disk berbagi. Pada tahun 1983 ketika pertama versi NetWare dirancang, semua produk lainnya bersaing didasarkan pada konsep berbagi langsung menyediakan akses disk. Novell alternatif dari pendekatan telah divalidasi oleh IBM pada tahun 1984 dan membantu mempromosikan produk mereka. Dengan Novell NetWare, ruang disk yang dipakai bersama-sama dalam bentuk NetWare volumes, dibandingkan volume ke DOS. Klien menjalankan MS-DOS akan menjalankan khusus menghentikan dan tinggal penduduk (tsr) program yang memungkinkan mereka untuk peta lokal huruf drive ke volume NetWare. Klien harus masuk ke server untuk bisa mengembangkan peta volume, dan akses dapat dibatasi sesuai dengan nama login. Demikian pula, mereka dapat terhubung ke printer bersama berdedikasi pada server, dan cetak seperti printer yang terhubung secara lokal. Pada akhir 1990-an, dengan konektivitas Internet booming, Internet’s TCP / IP protokol menjadi dominan di Lans. Novell telah memperkenalkan terbatas TCP / IP dukungan terhadap klien file dan layanan cetak biasanya terkait dengan NetWare telah diperkenalkan di NetWare v5.0 (dirilis pada 1998). Pada awal-ke-pertengahan tahun 1980-an Microsoft memperkenalkan mereka sendiri dalam sistem LAN LAN Manager berdasarkan bersaing NBF protokol. Awal dalam upaya untuk otot pada NetWare tidak berhasil, tetapi ini berubah dengan masuknya perbaikan jaringan dukungan pada Windows untuk Workgroups, dan kemudian sangat sukses Windows NT dan Windows 95. NT, terutama yang mirip dengan layanan yang ditawarkan oleh NetWare, tetapi pada suatu sistem yang juga bisa digunakan pada desktop, dan lainnya yang terhubung langsung ke desktop Windows NBF adalah dimana sekarang hampir universal.
  •                   Efisiensi NetWare Core Protocol (NCP)
 Kebanyakan protokol jaringan yang digunakan pada saat NetWare dikembangkan tidak mempercayai jaringan untuk menyampaikan pesan. J khas membaca file klien akan bekerja seperti ini:
      1. Membaca klien mengirimkan permintaan ke server
      2. Server mengakui permintaan
      3. Klien mengakui sambutan
      4. Server akan mengirimkan data yang diminta ke klien
      5. Klien mengakui data
      6. Server mengakui penghargaan.

In contrast, NCP was based on the idea that networks worked perfectly most of the time, so the reply to a request served as the acknowledgement. Here is an example of a client read request using this model:
  1. Client sends read request to server
  2. Server sends requested data to client
All requests contained a sequence number, so if the client didn’t receive a response within an appropriate amount of time it would re-send the request with the same sequence number. If the server had already processed the request it would resend the cached response, if it had not yet had time to process the request it would only send a “positive acknowledgement”. The bottom line to this ‘trust the network’ approach was a 2/3 reduction in network traffic and the associated latency.

  • Xerox Network Services
Xerox Network Services (umum XNS) adalah sebuah protokol suite promulgated oleh Xerox, yang disediakan routing dan pengiriman paket, serta fungsi tingkat tinggi seperti streaming yang handal, dan jauh prosedur panggilan. Pada satu titik itu adalah kanonik protokol jaringan area lokal , disalin ke beberapa derajat oleh hampir semua sistem jaringan yang digunakan pada tahun 1980-an dan 90s (walaupun ia sedikit dampak pada TCP / IP). Selama tahun 1980 telah digunakan oleh XNS dan 3COM (dengan modifikasi) sejumlah sistem komersial lain yang menjadi lebih sering daripada XNS sendiri, termasuk Ungermann-Net Bass / Satu, Novell NetWare, dan Banyan VINES. Ia dikembangkan di Xerox PARC dalam awal tahun 1980-an, berdasarkan berat pada awal (dan sangat berpengaruh) PARC Universal Packet (pup) protokol suite ada dilakukan pada akhir tahun 1970-an; beberapa protokol dalam suite XNS telah dimodifikasi ringan versi yang pup di kamar. XNS dimaksudkan untuk menjadi komersial keturunan penelitian / pengembangan berorientasi PUP.
Yang Utama adalah protokol lapisan internetwork IDP, Internet Datagram Protocol. IDP adalah keturunan dekat pup dari internetwork protokol, dan kira-kira terkait dengan IP (Internet Protocol) di lapisan TCP / IP. Didesain dari awal untuk melengkapi Ethernet Local Area Network (juga dikembangkan oleh Xerox), yang penuh XNS alamat jaringan terdiri dari 32-bit nomor jaringan, yang 48-bit alamat host, dan 16-bit socket nomor; host alamat biasanya host dari alamat MAC. Jaringan nomor memiliki nilai khusus tertentu yang berarti ‘jaringan ini’, untuk digunakan oleh host yang tidak (belum) tahu nomor jaringan mereka. Tidak seperti TCP / IP, socket bidang merupakan bagian dari jaringan lengkap alamat IDP di kepala, jadi yang lapisan atas protokol tidak perlu melaksanakan sendiri demultiplexing; IDP juga disertakan jenis paket (lagi, tidak seperti IP). IDP juga checksum yang meliputi seluruh paket, tetapi opsional, tidak wajib.
IDP paket telah sampai dengan 576 bytes panjang (termasuk 30 byte header IDP), lebih kecil daripada IP (semua host yang diperlukan untuk mendukung minimal 576, tetapi mendukung paket sampai 65K byte). Masing-masing pasangan pup host pada jaringan tertentu mungkin menggunakan paket-paket yang lebih besar, namun tidak ada pup router yang diperlukan untuk menangani mereka, dan tidak ada mekanisme yang ditetapkan untuk mengetahui jika campur router akan mendukung paket-paket besar. Juga, tidak dapat paket-bagi, seperti di IP. XNS juga menyertakan sederhana echo protokol di lapisan internetwork, mirip dengan IP dari ping, tetapi beroperasi pada tingkat yang lebih rendah. RIP, seorang keturunan dari pup Gateway Informasi Protokol ini digunakan sebagai router sistem pertukaran informasi, dan (sedikit diubah agar sesuai dengan sintaks yang lainnya alamat protokol suite), hari ini masih digunakan dalam protokol suite.

  • Ether Talk

 EtherTalk merupakan implementasi dari IEEE ( Institute of Electrical dan Electronics Engineers) 802,3 Ethernet standar untuk komputer Apple Macintosh. EtherTalk Adapters disediakan oleh Apple termasuk media untuk Adapters tipis kawat koaksial, twisted-pasangan kabel, dan kabel fiber optik. Card yang disebut Ethernet NuBus (NB) kartu untuk Macintosh IIS atau kartu Ethernet LC untuk Macintosh LCS. Eksternal adaptor juga tersedia untuk non-NuBus sistem. It attaches ke SCSI (Small Computer Sistem Interface) port.
Sumber : http://kunalnuryadi.wordpress.com/netware/


Protokol UDP


UDP, singkatan dari User Datagram Protocol, adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP.
UDP memiliki karakteristik-karakteristik berikut:
•Connectionless (tanpa koneksi): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host yang hendak bertukar informasi.
•Unreliable (tidak andal): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau pesanacknowledgment. Protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus melakukan pemulihan terhadap pesan-pesan yang hilang selama transmisi. Umumnya, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP mengimplementasikan layanan keandalan mereka masing-masing, atau mengirim pesan secara periodik atau dengan menggunakan waktu yang telah didefinisikan.
•UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim pesan-pesan ke sebuah protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam sebuah host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Header UDP berisi field Source Process Identification dan Destination Process Identification.
•UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit terhadap keseluruhan pesan UDP.

UDP tidak menyediakan layanan-layanan antar-host berikut:
•UDP tidak menyediakan mekanisme penyanggaan (buffering) dari data yang masuk ataupun data yang keluar. Tugas buffering merupakan tugas yang harus diimplementasikan oleh protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP.
•UDP tidak menyediakan mekanisme segmentasi data yang besar ke dalam segmen-segmen data, seperti yang terjadi dalam protokol TCP. Karena itulah, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus mengirimkan data yang berukuran kecil (tidak lebih besar dari nilai Maximum Transfer Unit/MTU) yang dimiliki oleh sebuah antarmuka di mana data tersebut dikirim. Karena, jika ukuran paket data yang dikirim lebih besar dibandingkan nilai MTU, paket data yang dikirimkan bisa saja terpecah menjadi beberapa fragmen yang akhirnya tidak jadi terkirim dengan benar.
•UDP tidak menyediakan mekanisme flow-control, seperti yang dimiliki oleh TCP.

Port UDP
Seperti halnya TCP, UDP juga memiliki saluran untuk mengirimkan informasi antar host, yang disebut dengan UDP Port. Untuk menggunakan protokol UDP, sebuah aplikasi harus menyediakan alamat IP dan nomor UDP Port dari host yang dituju. Sebuah UDP port berfungsi sebagai sebuah multiplexed message queue, yang berarti bahwa UDP port tersebut dapat menerima beberapa pesan secara sekaligus. Setiap port diidentifikasi dengan nomor yang unik, seperti halnya TCP, tetapi meskipun begitu, UDP Port berbeda dengan TCP Port meskipun memiliki nomor port yang sama. Tabel di bawah ini mendaftarkan beberapa UDP port yang telah dikenal secara luas.

UDP, berbeda dengan TCP yang memiliki satuan paket data yang disebut dengan segmen, melakukan pengepakan terhadap data ke dalam pesan-pesan UDP (UDP Messages). Sebuah pesan UDP berisi header UDP dan akan dikirimkan ke protokol lapisan selanjutnya (lapisan internetwork) setelah mengepaknya menjadi datagram IP. Enkapsulasi terhadap pesan-pesan UDP oleh protokol IP dilakukan dengan menambahkan header IP dengan protokol IP nomor 17 (0x11). Pesan UDP dapat memiliki besar maksimum 65507 byte: 65535 (216)-20 (ukuran terkecil dari header IP)-8 (ukuran dari header UDP) byte. Datagram IP yang dihasilkan dari proses enkapsulasi tersebut, akan dienkapsulasi kembali dengan menggunakan header dan trailer protokol lapisan Network Interface yang digunakan oleh host tersebut.
Dalam header IP dari sebuah pesan UDP, field Source IP Address akan diset ke antarmuka host yang mengirimkan pesan UDP yang bersangkutan; sementara field Destination IP Address akan diset ke alamat IP unicast dari sebuah host tertentu, alamat IP broadcast, atau alamat IP multicast.



Nomor Port UDP
Digunakan oleh
53
67
68
69
137
138
161
445
520
1812/1813


Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/User_Datagram_Protocol

Sejarah Dan Arsitekture TCP/IP



Sejarah TCP/IP dimulainya dari lahirnya ARPANET yaitu jaringan paket switching digital yang didanai oleh DARPA (Defence Advanced Research Projects Agency) pada tahun 1969. Sementara itu ARPANET terus bertambah besar sehingga protokol yang digunakan pada waktu itu tidak mampu lagi menampung jumlah node yang semakin banyak. Oleh karena itu DARPA mendanai pembuatan protokol komunikasi yang lebih umum, yakni TCP/IP. Ia diadopsi menjadi standard ARPANET pada tahun 1983.
Untuk memudahkan proses konversi, DARPA juga mendanai suatu proyek yang mengimplementasikan protokol ini ke dalam BSD UNIX, sehingga dimulailah perkawinan antara UNIX dan TCP/IP. Pada awalnya internet digunakan untuk menunjukan jaringan yang menggunakan internet protocol (IP) tapi dengan semakin berkembangnya jaringan, istilah ini sekarang sudah berupa istilah generik yang digunakan untuk semua kelas jaringan. Internet digunakan untuk menunjuk pada komunitas jaringan komputer worldwide yang saling dihubungkan dengan protokol TCP/IP.
Perkembangan TCP/IP yang diterima luas dan praktis menjadi standar defacto jaringan komputerberkaitan dengan ciri-ciri yang terdapat pada protokol itu sendiri yang merupakan keunggulun dari TCP/IP, yaitu :

=>Perkembangan protokol TCP/IP
menggunakan standar protokol terbuka sehingga tersedia secara luas. Semua orang bisa mengembangkan perangkat lunak untuk dapat berkomunikasi menggunakan protokol ini. Hal ini membuat pemakaian TCP/IP meluas dengan sangat cepat, terutama dari sisi pengadopsian oleh berbagai sistem operasi dan aplikasi jaringan.

=>Tidak tergantung pada
perangkat keras atau sistem operasi jaringan tertentu sehingga TCP/IP cocok untuk menyatukan bermacam macam network, misalnya Ethernet, token ring, dial-up line, X-25 net dan lain lain.

=>Cara pengalamatan bersifat unik
dalam skala global, memungkinkan komputer dapat mengidentifikasi secara unik komputer yang lain dalam seluruh jaringan, walaupun jaringannya sebesar jaringan worldwide Internet. Setiap komputer yang tersambung dengan jaringan TCP/IP (Internet) akan memiliki address yang hanya dimiliki olehnya.

=>TCP/IP memiliki fasilitas
routing dan jenis-jenis layanan lainnya yang memungkinkan diterapkan pada internetwork.

Arsitektur dan Protokol Jaringan TCP/IP
Dalam arsitektur jaringan komputer, terdapat suatu lapisan-lapisan ( layer ) yang memiliki tugas spesifik serta memiliki protokol tersendiri. ISO (International Standard Organization) telah mengeluarkan suatu standard untuk arsitektur jaringan komputer yang dikenal dengan nama Open System Interconnection ( OSI ). Standard ini terdiri dari 7 lapisan protokol yang menjalankan fungsi komunikasi antara 2 komputer. Dalam TCP/IP hanya terdapat 5 lapisan sbb :
Arsitektur TCP/IP
=>Application Layer
=>Transport Layer
=>Internet Layer
=>Network Access Layer
=>Physical Layer

Arsitektur OSI
=>Application Layer
=>Presentation Layer
=>Session Layer
=>Transport Layer
=>Network Layer
=>Data Link Layer
=>Physical Layer

Poin diatas merupakan perbandingan Arsitektur OSI dan TCP/IP
Walaupun jumlahnya berbeda, namun semua fungsi dari lapisan-lapisan arsitektur OSI telah tercakup oleh arsitektur TCP/IP. Adapun rincian fungsi masing-masing layer arsitektur TCP/IP adalah sbb :

=>Physical Layer (lapisan fisik)
Merupakan lapisan terbawah yang mendefinisikan besaran fisik seperti media komunikasi, tegangan, arus, dsb. Lapisan ini dapat bervariasi bergantung pada media komunikasi padajaringan yang bersangkutan. TCP/IP bersifat fleksibel sehingga dapat mengintegralkan mengintegralkan berbagai jaringan dengan media fisik yang berbeda-beda.

=>Network Access Layer
Mempunyai fungsi yang mirip dengan Data Link layer pada OSI. Lapisan ini mengatur penyaluran data frame-frame data pada media fisik yang digunakan secara handal. Lapisan ini biasanya memberikan servis untuk deteksi dan koreksi kesalahan dari data yang ditransmisikan. Beberapa contoh protokol yang digunakan pada lapisan ini adalah X.25 jaringan publik, Ethernet untuk jaringan Etehernet, AX.25 untuk jaringan Paket Radio dsb.

=>Internet Layer
Mendefinisikan bagaimana hubungan dapat terjadi antara dua pihak yang berada pada jaringanyang berbeda seperti Network Layer pada OSI. Pada jaringan Internet yang terdiri atas puluhan juta host dan ratusan ribu jaringan lokal, lapisan ini bertugas untuk menjamin agar suatu paket yang dikirimkan dapat menemukan tujuannya dimana pun berada. Oleh karena itu, lapisan ini memiliki peranan penting terutama dalam mewujudkan internetworking yang meliputi wilayah luas (worldwide Internet). Beberapa tugas penting pada lapisan ini adalah :

=>Addressing, yakni melengkapi setiap datagram dengan alamat Internet dari tujuan. Alamat pada protokol inilah yang dikenal dengan Internet Protocol Address ( IP Address). Karena pengalamatan (addressing) pada jaringan TCP/IP berada pada level ini (software), makajaringan TCP/IP independen dari jenis media dan komputer yang digunakan.

=>Routing,  yakni menentukan ke mana datagram akan dikirim agar mencapai tujuan yang diinginkan. Fungsi ini merupakan fungsi terpenting dari Internet Protocol (IP). Sebagai protokol yang bersifat connectionless, proses routing sepenuhnya ditentukan oleh jaringan. Pengirim tidak memiliki kendali terhadap paket yang dikirimkannya untuk bisa mencapai tujuan. Router-router pada jaringan TCP/IP lah yang sangat menentukan dalam penyampaian datagram dari penerima ke tujuan.

=>Transport Layer
Mendefinisikan cara-cara untuk melakukan pengiriman data antara end to end host secara handal.Lapisan ini menjamin bahwa informasi yang diterima pada sisi penerima adalah sama dengan informasi yang dikirimkan pada pengirim. Untuk itu, lapisan ini memiliki beberapa fungsi penting antara lain :

=>Flow Control. Pengiriman data yang telah dipecah menjadi paket-paket tersebut harus diatur sedemikian rupa agar pengirim tidak sampai mengirimkan data dengan kecepatan yang melebihi kemampuan penerima dalam menerima data.

=>Error Detection, Pengirim dan penerima juga melengkapi data dengan sejumlah informasi yang bisa digunakan untuk memeriksa data yang dikirimkan bebas dari kesalahan. Jika ditemukan kesalahan pada paket data yang diterima, maka penerima tidak akan menerima data tersebut. Pengirim akan mengirim ulang paket data yang mengandung kesalahan tadi. Namun hal ini dapat menimbulkan delay yang cukup berarti.
Pada TCP/IP, protokol yang dipergunakan adalah Transmission Control Protocol (TCP) atau User Datagram Protocol ( UDP ). TCP dipakai untuk aplikasi-aplikasi yang membutuhkan keandalan data, sedangkan UDP digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan panjang paket yang pendek dan tidak menuntut keandalan yang tinggi. TCP memiliki fungsi flow control dan error detection dan bersifat connection oriented. Sebaliknya pada UDP yang bersifat connectionless tidak ada mekanisme pemeriksaan data dan flow control, sehingga UDP disebut juga unreliable protocol.
Untuk beberapa hal yang menyangkut efisiensi dan penyederhanaan, beberapa aplikasi memilih menggunakan UDP sebagai protokol transport. Contohnya adalah aplikasi database yang hanya bersifat query dan response, atau aplikasi lain yang sangat sensitif terhadap delay seperti video conference. Aplikasi seperti ini dapat mentolerir sedikit kesalahan (gambar atau suara masih bisa dimengerti), namun akan tidak nyaman untuk dilihat jika terdapat delay yang cukup berarti.

=>Application Layer
merupakan lapisan terakhir dalam arsitektur TCP/IP yang berfungsi mendefinisikan aplikasi-aplikasi yang dijalankan pada jaringan. Karena itu, terdapat banyak protokol pada lapisan ini, sesuai dengan banyaknya aplikasi TCP/IP yang dapat dijalankan. Contohnya adalah SMTP ( Simple Mail Transfer Protocol ) untuk pengiriman e-mail, FTP (File Transfer Protocol) untuk transfer file, HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) untuk aplikasi web, NNTP (Network News Transfer Protocol) untuk distribusi news group dan lain-lain. Setiap aplikasi pada umumnya menggunakan protokol TCP dan IP, sehingga keseluruhan keluarga protokol ini dinamai denganTCP/IP.



Sumber: http://infoproindo.blogspot.com/   

Perbandingan Model OSI Dengan TCP/IP




Untuk membandingkan kedua model tersebut, saya meninjau dari beberapa faktor, di antaranya :

1.Latar belakang/sejarah
2.Layer/lapis
3.Design philosophy
4.Proses fragmentasi
5.Komunikasi antar Layer
6.Reliability control
7.Kesiapan infrastruktur teknologi pendukung

1. LATAR BELAKANG /SEJARAH
Menurut sejarahnya model TCP/IP telah lama diimplementasikan dahulu sebelum OSI.  TCP/IP diimplementasikan dahulu baru kemudian modelnya dibuat sehingga muncullah banyak versi tentang model TCP/IP. Banyaknya versi menimbulkan kerancuan dalam pengembangan jaringan computer berbasiskan TCP/IP. Misalnya saja untuk keperluan yang sama suatu hardware jaringan perlu dibuat dengan spesifikasi yang berbeda-beda untuk keperluan yang sama. Dahulu pada era 70-an, banyak perusahaan software maupun hardware yang membuat System Network Architektur (SNA), yang antara lain IBM, Digital, Sperry, Burough dsb. Tentunya masing – masing perusahaan tersebut membuat aturan – aturan sendiri yang satu sama lain tidak sama, misalkan IBM mengembangkan SNA yang hanya memenuhi kebutuhan komputer – komputer IBM. Dari sini kemudian timbul masalah misalkan jaringan computer menggunakan SNA produk IBM ingin dihubungkan dengan SNA produk Digital tentunya tidak bisa, hal ini disebabkan protokolnya tidak sama. Analoginya, misalkan anda berbicara dengan bahasa jawa, tentunya akan dimengerti pula orang lain yang juga bisa berbahasa Jawa, misalkan anda berbicara dengan orang Sunda apakah bahasa anda bisa diterima oleh orang tersebut? tentunya tidak? Masalah ini bisa diselesaikan jika anda berbicara menggunakan bahasa standar yang tentunya bisa dimengerti lawan bicara anda. Menghadapi kenyataan ini, kemudian The International Standard Organization (ISO) pada sekitar tahun 1980-an, meluncurkan sebuah standar model referensi yang berisi cara kerja serangkaian protokol SNA. Model referensi ini selanjutnya dinamakan Open System Interconnection (OSI).
Pada kenyataannya, meskipun secara de jure setiap model referensi harus mendekati model referensi OSI, namun pada kenyataannya model referensi TCP / IP lebih banyak dipakai. Model ini telah beredar luas dan dipakai di banyak tempat, seperti Indonesia sendiri.

2. LAYER/LAPIS

Dari table tersebut nampak bahwa layer pada OSI lebih banyak yakni berjumlah 7 layer, sedangkan TCP/IP hanya berjumlah 4 layer. Dapat pula kita lihat bahwa fungsi yang dijalankan layer 5,6,7 (OSI) serupa dengan layer application pada TCP/IP. Begitu juga dengan layer 4 (OSI) dan layer transport. Layer 3 (OSI) dengan layer internet pada TCP/IP serta layer 2,1 (OSI) dengan layer network access pada TCP/IP. OSI memiliki lebih banyak layer sebab selain standar baku namun berfungsi pula untuk memudahkan dalam pembelajaran jaringan. Struktur layer yang ada di atas ada hanya untuk menjelaskan implementasi yang sudah ada dan digunakan.
Untuk memahami lebih lanjut mengenai deskripsi dan fungsi dari tiap layer kita simak pembahasan berikut ini :
A. Model OSI
Application Layer (Lapisan Aplikasi) :
adalah yang paling “cerdas”, gateway berada pada layer ini. Gateway melakukan pekerjaan yang sama seperti sebuah router, tetapi ada perbedaan diantara mereka. Layer Application adalah penghubung utama antara aplikasi yang berjalan pada satu komputer dan resources network yang membutuhkan akses padanya. Layer Application adalah layer dimana user akan beroperasi padanya, protocol seperti FTP, telnet, SMTP, HTTP, POP3 berada pada layer Application.

Fungsi :
•Menentukan partner komunikasi,
•Menentukan ketersediaan resource,
•Sinkronisasi komunikasi.

Contoh :
•Telnet, FTP, SMTP (TCP/IP suit),
•OSI Common Management Information Protocol (CMIP).

Presentation Layer (Lapisan Presentasi) :
Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi.
Fungsi :
Menyediakan fungsi pengkodean dan konversi untuk data dari application layer menjamin data yang berasal dari application layer suatusistem dapat dibaca oleh application layer di sistem yang lain.
Contoh :
•Format representasi data: EBDIC, ASCII,
•Skema kompresi : QuicTime, MPEG,
•Enkripsi.

Session Layer (Lapisan Session) :
Menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi,- bagaimana mereka saling berhubungan satu sama lain, menetapkan, mengatur, dan menghentikan sesi antara dua host yang berkomunikasi.
Session komunikasi terdiri atas permintaan layanan (service request) dan tanggapan layanan (service response) yang terjadi antara aplikasi yang berlokasi pada device jaringan yang berbeda.
Fungsi :
membuat segment data pada sistem host yang mengirim kemudian mengumpulkan kembali menjadi aliran data pada sistem host yang menerima. Secara khusus session layer menjamin transport antara dua host. Dalam menyediakan pelayanan komunikasi, session layer menetapkan, menjaga dan menghentikan sirkuit virtual. Dalam menyediakan reliable service, session layer menggunakan transport error detection-dan-recovery serta information flow control. Jika ingin mengingat session layer dalam beberapa kata, pikirkan tentang quality of service dan reliability.
Contoh : CCITT X.225.

Layer transport data (Lapisan Transport) :
Menggunakan protocol seperti UDP, TCP dan/atau SPX (Sequence Packet eXchange, yang satu ini digunakan oleh NetWare, tetapi khusus untuk koneksi berorientasi IPX). Layer transport adalah pusat dari mode-OSI. Layer ini menyediakan transfer yang reliable dan transparan antara kedua titik akhir, layer ini juga menyediakan multiplexing, kendali aliran dan pemeriksaan error serta memperbaikinya.
Transport Layer :
• Menerapkan layanan transport data andal yang transparan terhadap upper layers flow control, multiplexing, manajemen virtual circuit, serta error checking & error recovery.
• End-to-end.

Fungsi :
•Bertugas membagi data menjadi segment, yaitu satu segment berisi data antara 46Bytes – 1500Bytes.
•Menyediakan penanganan error pada packet yang diterima.
•Menentukan apakah yang digunakan TCP (Mentransmisikan ulang apabila ada paket yang kurang atau hilang saat di transmisikan) atau UDP (Data tidak digaransi apabila ada packet yang kurang).
•Bertanggung jawab menentukan port yang dituju untuk data yang akan dikirim.

Contoh :
•Transmission Control Protocol (TCP),
•Name Binding Protocol (NBP),
•OSI transport protocol

Layer network (Lapisan Network) :
Bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk paket.
Fungsi :
•Membagi aliran data biner ke paket diskrit dengan panjang tertentu,
•Mendeteksi Error,
•Memperbaiki error dengan mengirim ulang paket yang rusak,
•Mengendalikan aliran,melaksanakan internetworking.

Contoh :
•Open Shortest Path First (OSPF),
•Routing Information Protocol (RIP), dsb.

Data Link Layer (Lapisan Data Link) :
Menyediakan link untuk data, memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media. komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan error.
•Medium access control (MAC),
•Menyediakan aliran data yang bebas kesalahan bagi network layer, mendeteksi/mengoreksi kesalahan akibat transmisi,
•Menerima data dari layer yang lebih atas dan merubahnya menjadi aliran bit untuk ditransmisikan oleh layer fisik,
•Pada proses penerimaan, merubah aliran bit menjadi frame,
•Menambahkan kode untuk sinkronisasi, deteksi kesalahan,
•Menyediakan mekanisme untuk menangani kehilangan (lost), kerusakan, atau duplikasi frame,
•Pengalamatan fisik.

Fungsi :
•Bertugas mengubah packet menjadi frame yang berisi alamat perangkat keras seperti Media Access Control Address (MAC Address).
•Bertugas untuk pengecekan error (Frame Checks Square) yang menggunakan algoritma CRC.

Physical Layer (Lapisan Fisik) :
Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem.
Physical Layer
•Mengirimkan dan menerima data mentah pada media fisik.
•Prosedural : pengkodean bit untuk transmisi, fullduplex atau half-duplex, prosedur untuk memulai dan menghentikan transmisi
•Mendeteksi dan melaporkan status saluran dan error (misal : adanya collision)
•Karakteristik elektris : level tegangan, timing, redaman yang diperbolehkan
•Karakteristik mekanik : ukuran dan bentuk konektor, jumlah pin, tipe kabel dan spesifikasi
Contoh : RS232C

Fungsi :
Ini adalah layer yang paling sederhana; berkaitan dengan electrical (dan optical) koneksi antar peralatan. Data biner dikodekan dalam bentuk yang dapat ditransmisi melalui media jaringan, sebagai contoh kabel, transceiver dan konektor yang berkaitan dengan layer Physical. Peralatan seperti repeater, hub dan network card adalah berada pada layer ini.

B. Model TCP/IP
TCP/IP (Transmision Control Protocol / Internet Protocol) merupakan sekumpulan layer yang di desain untuk melakukan fungsi-fungsi komunikasi data pada sebuah jaringan komputer. TCP/IP tersusun dari 4 layer yang masing-masing nya bertanggung jawab atas bagian-bagian tertentu dari proses komunikasi data, sehingga masing-masing layer memiliki tugas yang berbeda satu sama lainya, dimana suatu layer tidak perlu mengetahi kerja dari layer yang lain selama masih dapat melakukan proses masing-masing.
Paket protokol TCP/IP dikembangkan sebelum model OSI di publikasikan, karenanya TCP/IP tidak menggunakan model OSI sebagai rujukan. Model TCP/IP hanya terdiri dari empat layer sebagaimana terlihat pada gambar 4 yaitu:
• Application
• Transport
• Internet
• Network Interface
Protokol TCP/IP memiliki sifat yang sangat fleksibel, sehingga dapat dengan mudah untuk di implementasikan pada berbagai platform komputer dan interface jaringan. Berikut ini penjelasan tentang masing-masing layernya.


Application Layer :
Aplication layer adalah bagian dari TCP/IP dimana permintaan data atau servis diproses,aplikasi pada layer ini menunggu di portnya masing-masing dalam suatu antrian untukdiproses. Aplication layer bukanlah tempat bagi word processor, spreadsheet, internetbrowser atau yang lainnya akan tetapi aplikasi yang berjalan pada application layerberinteraksi dengan word processor, spreadsheet, internet browser atau yang lainnya,
contoh aplikasi populer yang bekerja pada layer ini misalnya FTP dan HTTP.

Fungsi :
•Application Aplication Layer model TCP/IP berkutat dengan urusan presentasi, encoding dan dialog control. TCP/IP mengkombinasikan session, presentation dan application dalam satu layer dan mengasumsikan data telah siap dienkapsulasi pada layer berikutnya.
•Menyediakan protokol aplikasi TCP/IP,
•Mengatur interface program dengan layer transport bagaimana menggunakan jaringan.

Transport Layer :

Transport layer menentukan bagaimana host pengirim dan host penerima dalam membentuk sebuah sambungan sebelum kedua host tersebut berkomuikasi, serta seberapa sering kedua host ini akan mengirim acknowledgment dalam sambungan tersebut satu sama lainnya. Transport layer hanya terdiri dari dua protokol; yang pertama adalah TCP
(Transport Control Protokol) dan yang kedua adalah UDP (User Datagram Protokol). TCP bertugas; membentuk sambungan, mengirim acknowledgment, dan menjamin terkirimnya data sedangkan UDP dapat membuat transfer data menjadi lebih cepat.

Fungsi :
Pada layer ini transport layer terbagi menjadi 2, yaitu UDP dan TCP:
1.UDP (User Data Protocol), adalah protokol proccess-to-proccess yang menambahkan alamat port, check- sum error control, dan panajng informasi data dari lapisan diatasnya (connectionless).
2.TCP (Transmissiion Control Protocol), adalah protokol yang menyediakan layanan     penuh untuk aplikasi dan juga dikatakan protokol transport untuk stream yang       reliabel (connection oriented), yaitu koneksi end-to-end harus dibangun dulu di           kedua ujung terminal sebelum kedua ujung terminal mengirimkan data.

Internet Layer :
Internet layer dari model TCP/IP berada diantara network interface layer dan transport layer. Internet layer berisi protokol yang bertanggung jawab dalam pengalamatan dan routing paket. Internet layer terdiri dari beberapa protokol diantaranya :
• Internet Protokol (IP)
• Address Resolution Protokol (ARP)
• Internet Control Message Protokol (ICMP)
• Internet Group Message Protokol (IGMP)

Fungsi :
•Internet layer berfungsi mengirim paket antara jaringan yang berbeda dan menentukan lintasan yang ditempuh. Protokol spesifik layer ini adalah Internet protocol (IP).
•Menambahkan alamat IP pada paket data, yang berisi alamat sumber dan tujuan yang digunakan untuk melewati jaringan antara host,
•Bertugas routing IP datagram.

Network Interface Layer :
Layer terbawah dari model TCP/IP adalah Network Interface Layer, tanggung jawab utama dari layer ini adalah menentukan bagai mana sebuah komputer dapat terkoneksi kedalam suatu jaringan komputer, hal ini sangat penting karena data harus dikirimkan dari dan ke suatu host melalui sambungan pada suatu jaringan.

Fungsi :
•Network layer juga disebut layer host-to-network. Layer ini menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan paket data untuk membuat sambungan langsung (physical link) termasuk detil teknologi LAN dan WAN dan seluruh detil dalam Physical dan Data link layer.
•Bertugas menentukan karakteristik media transmisi, rata-rata pensinyalan, dan skema pengkodean sinyal.

3.DESIGN PHILOSOPHY
Yang dimaksud dengan Design Philosophy di sini adalah prinsip – prinsip yang digunakan di dalam semua layer yang ada yang mempengaruhi protocol dan interfacenya dalam melakukan komunikasi.

•    Ø Model TCP/IP
Pada model TCP / IP, prinsip – prinsip yang dipakai adalah :

a. Make sure it works :
Maksudnya di sini adalah memastikan bahwa system yang ada benar – benar dapat bekerja sesuai dengan rancangan dan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

b. Keep it simple :
Desain system diusahakan agar sesederhana mungkin, tidak perlu rumit yang penting dapat bekerja.

c. Make clear choices :
Pilihan – pilihan mengenai layering di dalam system hendaknya dibuat sejelas-jelasnya, sehingga tidak membuat keadaan system pada suatu waktu menjadi ambigu.

d. Exploit modulanty :
Sistem harus dibuat sehingga ketika ada suatu komponen yang diganti tidak berakibat fatal pada keseluruhan system.

e. Expect heterogeneity :
Sistem harus mampu bekerja pada kondisi environment yang bermacam – macam, seperti bekerja pada banyak jenis merk hardware dan OS.

f. Avoid static options and parameters :
Di sini system dimaksudkan untuk dapat bekerja menggunakan pilihan – pilihan dan parameter yang tidak statis, artinya dinamis karena system yang dinamis membawa efek yang lebih menguntungkan.

g. Look for a good design, it not to be perfect :
Desain ( rancangan ) dari system juga harus diperhatikan. Memang tujuan utamanya adalah system dapat bekerja. Akan tetapi desain yang bagus akan semakin menguntungkan dari segi biaya pembuatan, estetika, dan fungsionalitas.

h. Be strick when sending, tolerant when receiving :
Pada saat mengirimkan pesan, harus menurut aturan yang ketat ( seperti timing, jumlah bit data, tujuan, dsb ) akan tetapi hendaknya pada saat menerima data, data diterima semuanya dahulu baru diproses sesuai dengan nilai – nilai yang ada pada data. Hal ini dipakai guna mengatasi masalah transmisi yang masih ada di sepanjang jalur transmisi.

i. Think about scalability :
Pada suatu saat sistem harus bias digunakan oleh banyak client / user / wilayah / host tanpa mengubah desain utamanya.

j. Consider performance and cost :
Di sini system yang dibuat hendaknya menggunakan hardware yang tidak terlalu mahal.

•Ø Model OSI

Pada model OSI, prinsip – prinsip yang dipakai adalah :
a. Sebuah layer harus dibuat bila diperlukan tingkat abstraksi yang berbeda.
b. Setiap layer harus memiliki fungsi – fungsi tertentu.
c. Fungsi setiap layer harus dipilih dengan teliti sesuai dengan ketentuan protocol
berstandar internasional.
d. Batas – batas layer harus dipilih untuk meminimalkan aliran informasi yang
melewati interface.
e. Jumlah layer harus cukup banyak, sehingga fungsi – fungsi yang berbeda tidak perlu
disatukan dalam satu layer di luar keperluanyya. Akan tetapi jumlah layer juga harus
diusahakan sesedikit mungkin sehingga pemakaian arsitektur jaringan tidak menjadi
sulit.

4. PROSES FRAGMENTASI
Fragmentasi yaitu proses pemecahan / pemisahan suatu data yang dikirim menurut MTU ( Maximum Transfer Unit ) dari suatu layer. Karena pada model OSI terdapat banyak layer, maka transmisi ini tidak efisien dan kurang “cepat”. Pengandaiannya jika tiap layer, hardwarenya berbeda – beda kecepatan, maka akan banyak fragmentasi yang terjadi dan mengurangi kecepatan. Sedangkan pada TCP/IP, proses fragmentasi relatif sedikit karena layernya “hanya” ada 4 dan fragmentasi biasanya terjai pada Network Interface Physical dan Internet.

5. KOMUNIKASI ANTAR LAYER
Dari gambar tersebut, nampak bahwa service dijalankan oleh layer application dan presentation (OSI) dan pada layer application (TCP/IP). Untuk communication dijalankan di layer session, transport dan network (OSI) dan pada layer transport serta internet (TCP/IP). Sedangkan untuk physical communicationnya dijalankan di layer data link dan physical (OSI) dan layer network interface physical (TCP/IP).

6. RELIABILITY CONTROL
Implementasi dari model OSI menekankan pada penyediaan layanan transfer data yang handal. Sedangkan pada TCP/IP reliability-nya ditekankan pada end-user. Pada model OSI, semua layernya medeteksi dan menangani error yang terjadi termasuk melakukan checksum. Sedangkan pada TCP/IP hal ini hanya dilakukan pada layer Transport saja, layer lain tidak bertanggungjawab pada pengecekan error. Lapisan transport pada TCP/IP menggunakan checksum, acknowledge, dan timeout untuk mengontrol transmisi dan menyediakan verifikasi end-to-end.

7. KESIAPAN INFRASTRUKTUR TEKNOLOGI PENDUKUNG
Pada model OSI, dibuat layer-layernya untuk selanjutnya di implementasikan. Kebalikan dengan model OSI, TCP/IP lebih dahulu di implementasikan dan layeringnya dibuat kemudian. Beberapa implementasi OSI yang juga ‘dibawa’ ke model TCP / IP.




Sumber : www.amodeov.blogspot.com